Siapa Yang Tidak Kenal Dengan Starbucks?

Siapa yang tidak kenal dengan Starbucks? Gerai kopi ternama yang mengukir sukses di tanah air dengan menghadirkan sebuah pengalaman baru bagi para penikmat kopi. Nyatanya, tidak hanya penikmat kopi saja yang akan kita temui di sini. Dengan mengusung konsep kopi berkualitas tinggi dan gerai yang didesain dengan ambience yang nyaman bagi para pengunjungnya, Starbucks seakan mengukuhkan dirinya sebagai gerai kopi teranyar saat ini. Tidak ketinggalan pula, deretan barista handal ikut memperkuat bisnis kopi yang saat ini memiliki lebih dari 15,000 gerai tersebar di seluruh dunia. Bahkan pada tahun 2007 yang lalu, Starbucks masuk dalam daftar Fortune 100 Best Companies To Work For dan Fortune Most Admired Companies.

Bermula di Seattle tahun 1971, gerai Starbucks pertama dirintis oleh tiga sekawan Jerry Baldwin, Gordon Bowker dan dan Zev Sieger. Semenjak 1987, adalah Howard Schultz, orang dibalik sukses Starbucks yang membeli bisnis ini dari para pendirinya dan berhasil mengembangkannya ke banyak negara. Dalam bukunya berjudul Pour Your Heart Into It, Howard Schultz mengisahkan perjalanannya bersama Starbucks dan nilai-nilai penting yang dianutnya dan organisasi. Baginya kerberhasilan adalah ketika semua pihak yang terlibat didalamnya baik itu karyawan, pemegang saham turut andil dan mencapainya bersama-sama.

“We aren’t in the coffee business, serving people. We are in the people business, serving coffee.” Howard Schultz percaya bahwa filosofi inilah yang membedakan gerai kopinya dengan para pesaing. Starbucks bukan sekedar tentang gerai kopi dengan kualitas tinggi. Starbucks juga tentang layanan dan kenyamanan. Starbucks is an experience. Paling tidak itulah persepsi yang berusaha dihadirkan oleh Howard Schultz ke dalam benak konsumen. Baginya, menghadirkan pengalaman dan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung saat mereka menikmati kopi adalah sesuatu yang mutlak perlu. Tak heran jika Starbucks menjadi tempat pilihan mulai dari melakukan pertemuan bisnis dengan klien sampai sekedar berbincang santai dengan rekan tanpa harus khawatir ‘diusir’ lantaran duduk terlalu lama.

Sukses Starbucks bukanlah cerita tentang frappucinno seharga lebih dari USD 3. Sukses Starbucks adalah cerita tentang keberanian, inovasi, dan kreativitas. Sebuah ide yang dahulunya dipandang sebelah mata oleh banyak orang, kini menjadi perusahaan berskala internasional dengan omset milyaran dollar. Bagi seorang Howard Schultz, jika ingin bertumbuh maka perusahaan harus menjadi kreatif dan memberi ruang yang cukup bagi ide-ide baru untuk dikembangkan. Tak mengherankan jika lewat tangan dingin Howard Schultz yang secara konsisten mengelola merek, Starbucks kini menjadi merek global yang tidak hanya dekat dengan konsumen namun juga telah meraih banyak pengakuan dan berkembang pesat ke setiap penjuru dunia.

Bagi saya pribadi, Starbucks adalah sebuah pelajaran menarik tentang kewirausahaan dan kepiawaian dalam mengelola berbagai aspek pemasaran sebuah organisasi. Sudah jelas bahwa Starbucks menambah value dari pengalaman ngopi konsumen. Bila kita kenal BMW dengan tagline The Ultimate Driving Experience, agaknya tidak terlalu berlebihan bila mengatakan Starbucks adalah The Ultimate Coffee Experience. Sebuah diferensiasi yang melahirkan kesuksesan. Lagi-lagi saya teringat dengan pernyataan “It’s no longer what you offer. It’s how you offer”.

Sumber : menjung
Lihat juga :
The Cafe
Coffebean

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s