Seafood 68: Seafood Tenda, Rasa Ekstra

Kalau Anda sering jajan Seafood 68 di Jatinegara Timur ataupun bilangan Santa – Blok M, kini tak perlu lagi jauh-jauh ke sana. Di BSD, tepatnya di seputaran Pasar Modern terdapat juga ‘trah’ Seafood 68 di situ. Pemiliknya adalah Narto, salah satu keluarga pemilik Seafood 68 yang Jatinegara.

“Warung tenda yang dulu di Jatinegara itu milik kakak saya. Sedangkan yang di Santa itu dikelola oleh keponakan,” jelas Narto saat ditanya apa hubungan warung seafood tendanya dengan warung tenda lainnya yang bernama sama. Rupanya, sesame keluarga diijinkan memakai nama sejenis.

Asal tahu saja, angka 68 di belakang nama Seafood 68 ini merupakan angka angkutan kota PPD 68, jurusan Kampung Melayu – Tanjung Priok yang lewat Jatinegara, dimana Seafood 68 pertama berdiri. Pada tahun 80an jalur 68 ini memang super padat. Padatnya angkutan jalur tersebut rupanya menginspirasi kakak Narto dan mengabadikannya sebagai nama warung seafood mereka, yaitu Seafood 68. Kini, setiap keluarga mereka yang buka warung seafood diijinkan pakai nama yang sama.

Narto, yang mengaku sempat magang membantu kakaknya sambil sekolah pada waktu itu, tentu juga menjajal peruntungannya di usaha ini. Kini dia memiliki sedikitnya 6 warung tenda di daerah Tangerang dan sekitarnya, termasuk Seafood 68 – BSD ini.

“Tentu saja resepnya sama persis, jadi tak perlu khawatir. Rasa dijamin sama,” demikian Narto menuturkan usahanya setengah berpromosi.

Memang, bicara rasa, menu-menu di sini tak diragukan lagi, banyak yang memfavoritkan masakan di Seafood 68 – BSD ini. Tengok saja, Kerang Hijau Rebus-nya jadi pilihan hidangan pembuka; harum kerang ditingkahi rasa bawang memang nikmat. Apalagi matangnya pas. Cocolkan saja kerang pada campuran saus tomat, kacang dan parutan nanas yang segar. Benar-benar sedap.

Menu lain yang patut dicoba adalah Kepiting Saus Padang. Menu yang satu ini jangan sampai terlewatkan. Ada yang berbeda dari Kepiting saus Padang di tempat ini dibanding warung seafood lain, yaitu bumbunya tepat. Saus tomat tak begitu banyak, rasa bawangnya terasa, sementara saus cabainya cukup. Penulis yang tak begitu suka rasa manis, terhibur banget dengan rasanya yang pas. Jadi, satu porsi Keiting Saus Padang yang terdiri dari 2 ekor kepiting langsung ludes. Nasi bahkan sampai lupa disenggol saking asik nggerogoti daging kepiting dari cangkang-cangkangnya. Btw, jangan khawatir, anak buah Pak Narta dari Seafood 68 – BSD sudah menghancurkan cangkang kepiting yang dihidangkan. Jadi kita tak perlu berusaha terlalu keras untuk mengais dagingnya.

Untuk sayurnya pilihlah Ca Kangkung. Kalau Anda memesannya, dengan cepat akan tersaji kangkung yang masih cukup hijau dengan teksturnya renyah, jauh dari liat. Untuk rasa, sentuhan tauconya menggoyang lidah. Apalagi rasa pedas gurihnya tepat. Benar-benar pas.

Sebenarnya masih banyak lah hidangan lain termasuk: Udang rebus, Cumi Goreng tepung, Cumi saus Tiram, dll. Pilih saja sesuai selera. Nah, kalau baru bosan makan seafood, coba lah pesan Ayam Goreng Kremes. Ini memang pilihan menu yang paling baru di Seafood 68 – BSD ini.

“Menu ini cukup banyak dipesan oleh pelanggan. Maklum, mungkin mereka sesekali bosan, dan ayam goring saya enak lho,” jelas Narto.

Sedangkan di deretan minuman berjajar menu aneka jus buah. Semuanya adalah jus buah segar. Langsung diblender sesaat sebelum disajikan. Untuk pilihan minuman lain ada es jeruk, es kelapa muda, dan tentu es kopyor. Minuman yang terakhir ini konon paling diminati pelanggan.

Tak Pernah Libur
Bicara Seafood 68 – BSD, yang mulai jualan di sekitar Pasar Modern itu nyaris tak pernah libur. Bahkan saat lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan libur panjang, warung seafood milik Narto ini tak pernah tutup.

“Sayang kalau tutup. Saya menerapkan liburan bergilir kepada pegawai saya. Mereka juga tak keberatan kok jualan, malah senang kok,” jelas Narto. Rupanya bapak dari dua orang anak ini punya ide brilian. Penghasilan Seafood 68 yang dikelolanya, selama 2 minggu, yaitu seminggu sebelum dan seminggu sesudah lebaran akan menjadi milik pegawai. Dibagi rata. Dengan cara ini Narto berbagi bonus dengan para pegawai yang kebanyakan berasal dari daerah yang sama dengannya, yaitu Brebes.

Narto rupanya memang sangat mempercayai para pegawainya dalam mengelola Seafood 68 miliknya. Namun demikian ia tetap menomorsatukan kontrol kualitas hidangannya.

“Apapun, pelanggan hanya akan kembali kalau kualitas hidangan kami tetap terjaga.”

Nah, Anda ingin mencobanya?

Sumber     : dapurmlandhing
Lihat juga :
Nelayan resto
Table8
Loewy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s