Koffielosophy – Coffee with Philosophy

Koffielosophy adalah sebuah tempat menikmati kopi yang berbeda dengan tempat lainnya. Jika selama ini kopi identik dengan rokok, Koffielosophy membuktikan hal tersebut tidak selamanya berlangsung. Pasalnya, penggemar kopi yang tidak merokok bisa leluasa menikmati kopi tanpa asap rokok di sekitarnya.

Saat memasuki bangunan di Jl. Anggrek No. 36 yang relatif sepi, Anda akan merasa sedang berada di rumah seorang keluarga atau teman dekat. Hamparan sofa dan kursi yang disediakan sangat mengundang untuk duduk santai berlama-lama. Terlebih dengan suara gemericik air dari kolam kecil di bagian dalam, pasti membuat Anda betah. Ini mungkin sebuah keunggulan lokasi Koffielosophy yang bukan berada di jalan protokol yang ramai dan bising, tetapi sangat mudah dijangkau dari jalan Riau.

Filosofi Minum Kopi
Nama Koffielosophy sendiri berasal dari “Coffee” dan “Philosophy” yang bisa diartikan, “dalam setiap tegukan kopi yang diminum ada makna yang terkandung, dan ada sesuatu yang baru setiap harinya”. Kopi bukanlah minuman yang dapat diminum dalam sekali teguk, sehingga dalam setiap tegukannya terselip sebuah renungan, memberikan kesempatan berpikir, sampai akhirnya menemukan makna sempurna yang diberikan Tuhan pada kita. Sebuah filosofi yang cukup dalam untuk segelas kopi, bukan?

Koffielosophy berangkat dari hobi sang pemilik yang memang hobi meminum kopi, namun ingin membuat sesuatu yang baru, yaitu kopi tanpa rokok. Meski Koffielosophy baru resmi dilaunching pada 1 Mei lalu, namun jangan ragukan taste kopi dan makanan yang tersedia. Ini karena Koffielosophy didukung oleh barista (peramu kopi) dan koki yang sarat pengalaman di bidangnya. Bahkan, barista Koffielosophy memiliki spesialisasi masing-masing di bidang kopi panas dan kopi dingin. Ini menjadikan taste kopi Koffielosophy tak kalah dengan cafe-cafe penyedia kopi lain yang sudah lebih dulu tersohor di Bandung, bahkan di Indonesia.

Dari Latter Art Sampai Kopi Ala Vietnam
Salah satu yang menjadi andalan di Koffielosophy adalah “Latte Art”, yaitu campuran dari kopi espresso dengan susu (foam milk), disertai biskuit sebagai tambahan. Hasilnya, di permukaan kopi seolah-olah terdapat lukisan yang akan menjadikan Anda sangat berselera untuk segera meneguk kopi ini. Tak kalah menggiurkan adalah “Mint Latte”. Minuman ini terdiri dari peppermint, susu dan kopi yang dituang sesuai urutan sehingga menjadikannya 3 layer terpisah. Untuk merasakan keistimewaannya, Anda harus mengaduk rata isi gelas, agar tercipta paduan rasa kopi dengan susu, tetapi dengan aroma dan rasa peppermint yang khas serta dingin di mulut. Baik Latte Art maupun Mint Latte, ternyata adalah minuman sesuai dengan motto Koffielosophy, yaitu “feel bad when you wanna drink, feel good after you tasted it”. Dengan kata lain, Anda harus “merusak” penampilan yang indah tersebut saat pertama kali ingin meneguknya, namun akan merasa sangat puas setelah mencoba rasanya.

Selain itu, Koffielosophy juga menyediakan Ice Vietnam Koffie Drip, yaitu penyajian kopi ala Vietnam dengan alat bernama drip yang didatangkan langsung dari negeri asalnya. Penyajian kopi ini terbilang unik. Mula-mula, di dasar gelas dituangkan susu kental yang ditambahkan es batu. Lalu drip yang telah diisi bubuk kopi diletakkan di atas gelas, dituangi air panas, dan kopi akan menetes sedikit demi sedikit ke dalam gelas.

Meski menyajikan kopi ala Vietnam, Koffielosophy cenderung menggunakan kopi lokal sebagai bahan dasar. Hal ini karena kopi asli Indonesia tak kalah bersaing di tingkat dunia, misalnya saja kopi Aceh Gayo, Toraja Kalosi, Madheling, dan kopi Wamena. Asyiknya, harga yang ditawarkan relatif murah, yaitu mulai Rp 10.000 untuk varian menu kopi.

Menu Lain yang Tak Kalah Menarik
Bagi Anda yang kurang menyukai kopi, terdapat banyak pilihan minuman lain di Koffielosophy. Salah satu yang bisa Anda pilih adalah Oreo Shakes yang bisa dipesan dengan harga Rp 15.000. Menu ini berisi oreo yang diblender bersama susu murni, ditambahi ice cream di atasnya, serta dihias buah cherry. Rasanya? Hmm, Anda harus mencobanya sendiri.

Selain mengandalkan kopi, makanan di Koffielosophy juga tak kalah istimewa. Bagi Anda yang ingin menyantap makanan berat, bisa mencoba Sop Buntut Tumis dengan harga Rp 20.000. Jika biasanya Anda menemui sop buntut bakar atau goreng, maka sop buntut tumis ini bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk mencoba variasi lain dari sop buntut yang rasanya tak kalah enak. Sementara untuk makanan yang tidak terlalu berat, MD rekomendasikan untuk memesan Chicken Paldos atau Chicken Grill yang dibandrol Rp 20.000. Rasanya pasti akan membuat Anda ketagihan.

Selain untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, Koffielosophy juga cocok digunakan untuk tempat rapat kecil, karena menyediakan “Syndicate Room” – sebuah ruangan yang agak besar untuk keperluan itu. Sedang untuk mengadakan event tertentu, Koffielosophy menyediakan ruangan semi terbuka di lantai atas, lengkap dengan mini stagenya. Semua itu juga didukung oleh layanan Wi-Fi yang dapat Anda gunakan secara bebas, sambil bercengkrama bersama teman atau keluarga.

Selain untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, Koffielosophy juga cocok digunakan untuk tempat rapat kecil, karena menyediakan “Syndicate Room” – sebuah ruangan yang agak besar untuk keperluan itu. Sedang untuk mengadakan event tertentu, Koffielosophy menyediakan ruangan semi terbuka di lantai atas, lengkap dengan mini stagenya. Semua itu juga didukung oleh layanan Wi-Fi yang dapat Anda gunakan secara bebas, sambil bercengkrama bersama teman atau keluarga.

Sumber : seindystraveling
Lihat juga :
the cafe
coffee bean
starbucks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s