Pizza Tipis dan Garing Seperti Keripik

Pizza seperti keripik. Mungkin kalimat tersebut tepat untuk menggambarkan menu pizza yang ada di Fashion Pasta, Jalan Jalan Dago Jalan Pakar Timur No 2 Bandung. Pizzanya tipis, dan kriuk-kriuk di mulut.

Pemilik Fashion Pasta, Deni Trisnanto (39) punya 9 jenis pizza di restorannya. Di antaranya Pizza Margherita, Dough Pizza, dan Pizza Salame Picante. Salah satu menu andalannya yakni Pizza Salame Piccante. “Selain pasta, kita juga jual pizza, kulitnya tipis,” ujarnya.

Tak seperti pizza pada umumnya yang dijual di pasaran, menurut Deni, kulit pizza yang digunakan berbeda dengan yang lain, karena asli home made Fashion Pasta. “Kulitnya kita bikin sendiri di sini, kalau tidak home made, kita tidak akan punya ciri khas,” ungkapnya.

Saking tipis dan garingnya pizza, cara makannya pun berbeda dari pizza biasa. Pizza utuh yang sudah dipotong kemudian kita ambli satu slice dengan cara disobek, kemudian ujung luarnya kita lipat dan haap! Masuk ke dalam mulut.

“Kenapa harus dilipat, karena biar toping yang ada di atasnya tidak berjatuhan saat dimakan,” jelas Deni.

Pizza Salame Piccante adalah pizza yang di dalamnya berisi saus tomat Italy, keju mozzarella, beef salami, cabai, dan basil. Dalam setiap menu yang ada saus tomatnya, Deni mengaku selalu memakai campuran tomat yang dikirim langsung dari Italy.

“Kita pakai tomat yang dari Italy, dicampur dengan tomat local. Karena kalau tidak, warna saus tidak akan benar-benar merah. Tomat di Indonesia kan warnanya merah pudar, dan kadang ada warna hijaunya juga. Selain itu kadar air tomat Italy lebih sedikit disbanding tomat kita,” terangnya.

Deni juga menanam beberapa tumbuhan di antaranya seperti Basil, rosemary, dan precemollo, di bagian atas bangunan Fashion Pasta. “Kita beli bibit di Italy. Kita sewa tukang kebun untuk mengurusnya, dan kita tanam di atas, Karena basic Italian Food itu earth, banyak mengambil bahan-bahan alami,” kata Deni sambil menunjuk bagian atas bangunan Fashion Pasta.

Tidak hanya tomat yang didatangkan langsung dari Italy. Tapi Deni sengaja membawa orang Italy ke Bandung sebagai Marketing Manajer Fashion Pasta. “Namanya Andrea, dia biasanya yang keliling ke pengunjung, bertanya bagaimana rasanya, ngobrol dengan pengunjung, biar ada kedekatan antar pengunjung dengan kita,” ceritanya.

Konsep Fashion Pasta sendiri tidak mengusung konsep fusion. Deni ingin kembali ke asal dimana makanan jenis pasta diolah secara tradisional dan original. “Di Italy sekarang tidak mau makanan fusion. Mereka kembali ke asal,” ungkapnya.

Sumber : detikbandung
Lihat juga : pizza hut, sandwich, burger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s