Phoenam

Pada hari-hari tertentu, tempat ini masih dipenuhi oleh lebih banyak orang licik ketimbang yang muncul dalam film-film Sam Peckinpah. Tapi kesetiaannya kepada tradisi beroleh nilai tinggi: sosok sang pemilik yang menggiling biji kopi Toraja murni di belakang meja dengan menggunakan metode tradisional—sebuah pemandangan yang menggugah—cukup untuk menjadikan Anda pelanggan setia.

Phoenam (yang berarti “terminal” atau “tempat persinggahan”) berasal dari Makassar, wilayah yang dikenal, di luar Aceh, sebagai pemilik konsentrasi warung kopi tertinggi. Ia didirikan oleh satu keluarga Cina pada 1946 dan semenjak itu kopi mereka menjadi bagian integral kehidupan masyarakat setempat. Tak seperti kopi Aceh yang menampar tapi lembut di perut, kopi Toraja lebih tajam menggigit lambung. Secara geografis, Makassar ada di samping Toraja, produsen Arabika terbesar (dikenal dengan nama Torabika) di Indonesia Timur.

Jadi, sebagaimana bila Anda pergi ke Phoenam di Makassar, yang merupakan kedai kopi favorit para wartawan setempat, jangan mengharapkan suguhan latte—di sini hanya ada kopi susu, kopi hitam, kopi tubruk, dan kopi ginseng, semua cocok untuk beragam roti bakar yang terkenal dari tempat ini. Kopi di sini mungkin tak sebanding dengan yang disajikan di Phoenam yang asli—begitu kata teman-teman saya, para penggemar kopi—tapi ia memberi tendangan akrab di perut, dan membuat kita “terjaga” terus-terusan.

Kopi susu Phoenam, sajian favorit di tempat ini, yang harganya Rp 7.500 per porsi, adalah campuran Arabika dan Robusta dan susu kental manis yang disuguhkan dalam gelas tinggi. Ini minuman penghangat hati yang sungguh menyenangkan, dan merupakan imbangan yang baik untuk roti bakar sarikayanya, yang menurut beberapa orang terlampau makmur, terlampau kasar. Roti bakar sarden, dengan saus tomat dan bawang putih yang berlimpah, jauh lebih seimbang.

Sekilo kopi Phoenam murni dijual seharga Rp140.000 jika Anda ingin membawanya pulang.

* vivanews
coffee bean, nelayan restoran, loewy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s